Madihin, panting, dan mamanda
Madihin memadukan pantun spontan dengan tabuhan tarbang, dan pemadihinan yang baik bisa membuat satu ruangan tertawa tanpa naskah. Panting mengisi sisi musiknya, mamanda sisi teaternya. Sanggar-sanggar Banjarmasin masih menghidupkan ketiganya, dan Artemy mencari tutor dari lingkaran itu untuk murid di kota ini.