- Ethos
- Pilar retorika Aristoteles yang menyangkut kredibilitas pembicara. Dibangun lewat pilihan kata, pengalaman yang disebut, dan sikap tubuh yang menunjukkan otoritas terhadap topik.
- Pathos
- Pilar retorika Aristoteles yang menggerakkan emosi hadirin. Disampaikan lewat cerita pendek, kutipan yang menyentuh, atau kalimat yang membangkitkan rasa haru, marah, atau optimis.
- Logos
- Pilar retorika Aristoteles yang menyusun argumen logis. Terdiri dari klaim, bukti, dan alasan yang menjelaskan mengapa bukti mendukung klaim.
- Muqaddimah
- Pembukaan bahasa Arab yang biasa dipakai di khutbah Jumat dan pidato religi. Berisi puji-pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi, dan syahadat sebelum masuk isi khutbah.
- Intonasi
- Naik dan turun nada suara sepanjang kalimat. Pada bahasa Indonesia formal, intonasi menuntun arti dengan penekanan pada kata kunci dan jatuh yang menutup kalimat.
- Jeda dramatis
- Kesenyapan dua sampai lima detik yang sengaja diletakkan sebelum atau sesudah kata kunci, memberi hadirin waktu menyerap arti dan mengangkat berat kata sesudahnya.
- Gesture
- Pergerakan tangan yang menegaskan poin pidato tanpa berlebihan. Gesture yang baik mengalir mengikuti isi dengan variasi natural sepanjang pidato.
- Tesis
- Satu kalimat pokok yang menjadi poros seluruh pidato. Semua argumen di isi pidato menopang tesis ini, dan kesimpulan akan mengangkatnya kembali dengan bobot baru.
- Argumentasi
- Susunan argumen yang menopang tesis. Tiap argumen berisi klaim, bukti, dan alasan yang menghubungkan bukti dengan klaim, biasanya tiga sampai lima argumen per pidato.
- Kesimpulan
- Bagian akhir pidato yang meringkas argumen dan mengangkat tesis dengan sudut pandang baru. Di sinilah tesis mendapat bobot finalnya sebelum penutup, dengan sudut yang belum sempat disampaikan di awal.