Gurindam Dua Belas dan seni bertutur
Raja Ali Haji menulis Gurindam Dua Belas di Penyengat, dan sampai sekarang warga Tanjung Pinang terbiasa membaca gurindam serta berbalas pantun pada acara resmi. Kebiasaan itu melatih tempo bicara, tekanan kata, dan napas, tiga hal yang sama persis dibutuhkan kelas vokal dan pembawa acara.