- Cajon
- Kotak kayu asal Peru yang dimainkan dengan cara diduduki dan ditepuk. Sisi depan menghasilkan bass dan tone, snare tapis di dalam menambah karakter snare.
- Djembe
- Drum tangan berbentuk cangkir dari Afrika Barat, khususnya suku Malinke di Guinea dan Mali. Membran kulit kambing menghasilkan bass, tone, dan slap.
- Conga
- Drum tangan tinggi khas Kuba yang dimainkan berdiri, biasanya dua atau tiga sekaligus. Pattern utama tumbao mengiringi salsa dan cha-cha-cha.
- Bongo
- Sepasang drum kecil Kuba yang dimainkan sambil duduk, ditekan di antara betis. Pattern dasar disebut martillo, berarti palu.
- Timpani
- Kettledrum orkestra dari tembaga dengan pedal untuk mengatur nada. Anda menyetel nada sambil bermain dengan telinga yang peka interval.
- Marimba
- Mallet percussion dengan bilah kayu dan resonator tabung. Karakter bunyi hangat, cocok untuk solo klasik modern dan ensemble.
- Vibraphone
- Mallet percussion dengan bilah logam dan motor kipas resonator, ditambah pedal sustain. Populer di jazz karena karakter lembutnya.
- Mallet
- Alat pemukul mallet percussion dengan gagang panjang dan kepala bulat berbahan yarn, karet, atau kayu, dipilih sesuai karakter bunyi yang diinginkan.
- Tumbao
- Pola dasar iringan conga di musik Latin. Kombinasi open tone, slap, dan heel-toe menghasilkan ayunan khas salsa.
- Poly-rhythm
- Dua atau lebih ritme berbeda dimainkan bersamaan, misalnya tiga ketuk di satu tangan melawan dua ketuk di tangan lain. Fondasi ritme Afrika dan Latin.
- Clave
- Pola ritmis lima nada 3-2 atau 2-3 yang jadi kerangka musik Kuba. Semua pemain Latin diharuskan merasakan clave meskipun tidak semua memainkannya.
- Roll
- Teknik pukulan beruntun sangat rapat sehingga terdengar seperti bunyi bersambung. Roll single stroke dipakai di timpani dan snare orkestra.