- Tang
- Pukulan telapak tangan penuh di bagian tengah kulit kambing rebana. Menghasilkan bunyi rendah dan tebal yang menjadi denyut ansambel.
- Tung
- Pukulan ujung tiga jari di pinggir kulit dekat bingkai kayu. Menghasilkan bunyi tinggi yang cerah dan pendek, berfungsi sebagai aksen ritme.
- Hadroh
- Ansambel rebana khas tradisi santri Nusantara yang mengiringi salawat dan pujian kepada Nabi Muhammad. Biasanya terdiri dari 4 sampai 8 pemain rebana ditambah vokalis.
- Banjari
- Gaya rebana khas Kalimantan Selatan (Banjarmasin), memiliki kricik kecil di bingkai yang menghasilkan bunyi gemerincing selain pukulan kulit.
- Kompang
- Rebana khas budaya Melayu Sumatra dan Riau, sering dipakai mengiringi tarian zapin dan acara pernikahan Melayu.
- Marhaban
- Pola iringan klasik untuk pujian dan salawat pembuka, sering dibawakan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad dan tasmiyah.
- Zapin
- Ritme 6/8 khas Melayu yang menjadi pola dasar iringan tarian zapin dan lagu Melayu Deli.
- Interlocking
- Teknik ansambel di mana beberapa pemain rebana memainkan pola berbeda yang saling mengunci menjadi satu ritme utuh.
- Roll
- Getaran cepat telapak tangan di kulit rebana untuk memberi efek sustain (bunyi memanjang) di akhir frase lagu.
- Damping
- Teknik meredam kulit rebana dengan telapak tangan lain agar bunyi tidak berkepanjangan, dipakai untuk mengakhiri frase dengan rapi.
- Qasidah
- Puisi Arab bertema pujian religius yang dilagukan, biasa diiringi rebana. Nasida Ria dan Sabyan Gambus adalah contoh grup qasidah populer Indonesia.
- MTQ
- Musabaqah Tilawatil Qur'an, festival nasional yang mencakup lomba hadroh sebagai salah satu kategori seni Islami.