- Ukir
- Teknik memotong permukaan bahan keras (biasanya kayu) dengan alat tatah untuk membentuk pola relief atau figur. Motif nusantara terkenal meliputi ukir Jepara (flora), Bali (dewa dan mitologi), dan Toraja (geometris).
- Tenun ATBM
- Alat Tenun Bukan Mesin, perangkat tenun tradisional yang digerakkan tangan dan kaki. Digunakan untuk menghasilkan kain tenun ikat, songket, dan ulos dengan pola benang lungsi pakan yang dikontrol pengrajin.
- Anyaman
- Teknik menjalin serat bahan (bambu, rotan, pandan, mendong) secara silang menyilang untuk membentuk permukaan atau wadah. Pola dasar mencakup kepang, mata itik, dan sasak.
- Throwing Wheel
- Alat putar keramik yang menyanggah tanah liat sambil diputar dengan kaki atau listrik. Pengrajin membentuk vas, mangkuk, dan gerabah simetris dengan tangan yang dipandu putaran wheel.
- Coiling
- Teknik membentuk keramik tanpa wheel, dengan cara menggulung tanah liat menjadi tali panjang lalu menyusunnya lapis demi lapis. Cocok untuk bentuk organik dan skala besar yang sulit dibuat di wheel.
- Filigree
- Teknik hiasan logam halus khas Kotagede Yogyakarta. Kawat perak ditarik sangat tipis, dibentuk menjadi motif renda kecil, lalu disolder ke base plate untuk membuat perhiasan atau ornamen eksklusif.
- Tatah
- Alat pahat berbentuk mata pisau dengan variasi bentuk (lurus, lengkung, penguku, pengot). Dipakai memotong kayu (ukir) atau kulit (wayang). Pengrajin biasanya punya set 15 sampai 40 tatah dengan ukuran berbeda.
- Songket
- Kain tenun tradisional yang disisipi benang emas atau perak untuk membentuk motif dekoratif. Sentra terkenal ada di Palembang, Minangkabau, dan Bali. Motif populer meliputi bungo pacik dan nampan perak.
- Tapis
- Kain tenun tradisional Lampung dengan sulaman benang emas atau perak khas, biasanya menggambarkan motif alam dan mitologi. Berbeda dari songket karena sulaman ditambahkan setelah tenun jadi.
- Serat Kayu
- Arah alami pertumbuhan sel kayu. Ukir searah serat lebih mudah dan halus, ukir melawan serat berisiko pecah. Pengrajin ukir wajib membaca arah serat sebelum mulai.
- Glazing
- Tahap pemberian lapisan glasir pada keramik sebelum pembakaran akhir (glost firing). Glasir memberi warna, kilau, dan ketahanan air pada keramik jadi.
- Sunggingan
- Tahap pewarnaan wayang kulit setelah tatah selesai. Warna dan pola sungging berbeda per gaya (Yogya, Solo, Bali), mengikuti pakem tradisi wayang masing masing.