- Qalam
- Pena tradisional kaligrafi Arab, biasanya dari bambu (handam) atau alang alang, diruncingkan dengan sudut khusus sesuai gaya khat yang dipelajari.
- Dawat
- Tinta khusus kaligrafi Arab, biasanya berbahan dasar jelaga dengan pengikat gum arabic, lebih pekat dari tinta biasa agar goresan tidak melebar di kertas manuscript.
- Naskhi
- Gaya khat Arab standar yang paling mudah dibaca, dipakai di kebanyakan mushaf Al Quran cetak, fondasi wajib sebelum mempelajari gaya khat lain.
- Thuluth
- Gaya khat Arab megah dan dekoratif, sering ditemukan di kaligrafi dinding masjid, huruf lebih panjang dan berjenjang.
- Diwani
- Gaya khat Arab kursif khas Turki Utsmani, dinamis dengan garis melengkung, populer untuk kaligrafi kontemporer dekoratif.
- Kufi
- Gaya khat Arab tertua, geometris dan bersudut, sering dipakai untuk logo dan ornamen arsitektur.
- Brush lettering
- Teknik kaligrafi Latin modern memakai brush pen atau kuas, memanfaatkan tekanan untuk menghasilkan variasi tebal tipis.
- Copperplate
- Gaya kaligrafi Latin elegan abad ke 17 dengan kemiringan 55 derajat, ditulis pakai dip pen dan nib fleksibel, favorit untuk undangan pernikahan.
- Kaisho
- Gaya kaligrafi Jepang reguler, setiap guratan berdiri terpisah dengan aturan ketat, dasar wajib sebelum belajar gaya kursif.
- Sumi ink
- Tinta hitam Jepang berbentuk batangan atau cair, digosok dengan air di batu suzuri sampai kekentalan yang diinginkan.
- Iluminasi
- Dekorasi ornamental di sekitar teks kaligrafi, biasanya berupa bingkai geometri, motif bunga, atau gold leaf, khas mushaf klasik.
- Ijazah kaligrafi
- Sertifikat sanad yang diberikan guru khat kepada murid yang dinilai layak mengajarkan gaya tertentu, tradisi turun temurun sejak era Utsmani.